Perbedaan Antara Data Center Tier 1, Tier 2, Tier 3, Tier 4

Posted on
Bsierad.com –  Di dunia internet selain koneksi yang lancar pasti ada yang namanya data center. Data Center adalah suatu fasilitas atau tempat yang digunakan untuk menempatkan server – server yang membutuhkan available yang tinggi, Contohnya seperti web server, mail server, dll. Lalu ada pertanyaan “Kenapa server-server harus diletakkan di Data Center apakah tidak bisa diletakkan di rumah?”. Bisa saja server- server yang membutuhkan available tinggi diletakkan di rumah, akan tetapi tapi dengan pertimbangan  fasilitas ketersedian sumber listrik, koneksi data/internet, dan pendingin ruangan akan lebih baik menempatkan server dengan available tinggi di data center.

Pada Data Center ini terdapat istilah Tier, Tier bisa diibaratkan seperti level bintang pada sebuah hotel, ada yang bintang 3, 4 dan 5. Perbedaan level bintang menunjukan fasilitas dan layanan yang ditawarkan oleh hotel, semakin besar level bintang nya semakin bagus fasilitas dan layanannya.

Baca Juga :  Cara Cek performa dan kecepatan website dengan Check Host dan GT-Metrix

Perbedaan Antara Data Center Tier 1, Tier 2, Tier 3, Tier 4

Data Center pun juga demikian, memiliki level-level tier yang menunjukan fasilitas dan layanan yang disediakan oleh suatuData Center, fasilitas yang dimaksud disini mencakup catu daya/listrik redundan/cadangan, koneksi internet redundan/cadangan, pengontrol suhu ruangan (AC, Ventilasi).

Tiap Tiernya menawarkan tingkat availabilitas/ketersedian yang berbeda disesuaikan dengan kebutuhan suatu data center. Berikut tabel spesifikasi setiap Tier pada data center

PARAMETER

TIER 1-BASIC

TIER 2-REDUNTANT COMPONENTS

TIER3-CONCURRENTLY MAINTAINABLE

TIER4-FAULT TOLERANT

Tingkat Availabilitas 99.671% 99.741% 99.982% 99.995%
Sifat terhadap gangguan (terencana atau tidak) Rentan Agak Rentan TIdak rentan terhadap gangguan terencana (karena sudah ada skenario penanggulangan), namun masih rentan terhadap gangguan tidak terencana Tidak Rentan
Keadaan power dan cooling ditribution Single path with no redundancy Single path with redundant component (N+1) Multiple power and cooling distribution path tetapi hanya satu path yang aktif, termasuk komponen yang redundant (N+1) Multiple active power and cooling ditribution path termasuk komponen yang redundant 2(N+1)
ketersedian raised floor, UPS, dan generator Bisa ada maupun tidak Harus punya raised floor,UPSdan generator Harus punya raised floor,UPS dan generator Harus punya raised floor,UPSdan generator
Waktu Implementasi 3 bulan 3-6 bulan 15-20 bulan 15-20 bulan
Downtime tahunan 28.8 jam 22.0 jam 1.6 jam 0.4 jam
Cara untuk melakukan maintenance preventif Harus di shutdown keseluruhan Hanya untuk power pathdan beberapa bagian lain dari infrastruktur yang memerlukan proses shutdown Memiliki kapasitas tambahan dan distribusi yang cukup untuk menampung beban yang dipunyai sistem utama ketika sistem tersebut di maintenance _
Skala data center yang cocok di bangun Kecil Sedang Besar (skala enterprise) Besar (skala enterprise)
Baca Juga :  Toyota Production System Adalah

Yang dimaksud dengan N mengacu kepada, komponen yang diperlukan agar seluruh data center dapat beroperasi dengan beban maksimal.Sebagai contoh, apabila data center dengan beban maksimal memerlukan 5 unit pendingin ruangan/AC, maka data center tier-4 mengharuskan total 2(5+1)=12 unit AC, 7 diantaranya sebagai cadangan. Untuk tier-3, maka hanya diperlukan 6 unit AC, 1 unit AC sebagai cadangan.

Di indonesia sendiri sudah ada data centernya yang bisa di cek di http://www.idc.co.id/.  Dan, Pasti teman-teman penasaran seperti apa sih IDC yang ada di indonesia? Ayo tonton video kunjungan ke IDC indonesia berikut ini

Itulah sobat pengetahuan tentang Perbedaan Antara Data Center Tier 1, Tier 2, Tier 3, Tier 4.

Gravatar Image

http://bakhtiyar.bsierad.com/

Leave a Reply