Sistem Produksi Dalam Industri
Sistem Produksi Dalam Industri

Strategi produksi dalam dunia industri

Posted on

Dalam sebuah industri ada yang namanya sebuah Strategi produksi. Strategi produksi ini digunakan untuk mengatur kapan harus produksi kapan stop produksi. Tanpa adanya sebuah strategi produksi, tentunya akan berakibat fatal bagi industri itu sendiri. Bagai mana tidak ? jika Strategi Produksi yang di gunakan tidak tepat, maka pengiriman hasil produksi dari sebuah industri akan terlambat (istilah dalam dunia industri adalah DELAY). Dengan adanya keterlambatan dalam produksi dapat membuat berkurangnya kepercayaan dari pelanggan (customer).  Strategi Produksi dalam dunia industri sudah banyak diterapkan hampir di semua industri yang ada. Ada beberapa istilah Strategi produksi dalam dunia industri diantaranya

  • Flowshop, yaitu adalah proses penentuan urutan pekerjaan yang memiliki lintasan produk yang sama. Pada pola flowshop, operasi dari suatu job hanya dapat bergerak satu arah, yaitu dari proses awal di mesin awal sampai proses akhir di mesin akhir dan jumlah tahapan proses umumnya sama dengan jumlah jenis mesin yang digunakan.
  • Batch Production, adalah proses produksi yang tidak berlangsung secara kontinu. Proses produksi secara partaian pada umumnya dilakukan oleh industri proses kimia dengan skala produksi kecil atau menengah dan industri manufaktur. Contoh dari industri yang umumnya melakukan proses produksi secara partaian adalah industri manufaktur seperti industri sepatu dan industri proses kimia seperti industri farmasi, tinta, cat, dan perekat. Proses produksi secara partaian lebih tidak efisien karena pada setiap akhir proses produksi partaian, peralatan proses harus dihentikan, dikonfigurasi ulang, dan dilakukan pengecekan terhadap kualitas produk sebelum partai selanjutnya diproduksi. Hal ini menyebabkan adanya waktu jeda antar proses produksi.Cara ini cocok untuk produksi musiman
  • Job Shop, adalah proses produksi berbagai jenis barang yang berbeda dengan volume produksi yang rendah (beberapa unit saja) untuk tiap-tiap jenis barang. Produksi ini memerlukan peralatan yang sangat fleksibel serta tenaga kerja dengan kemampuan tingkat tinggi. Biasanya berproduksi berdasarkan pesanan.
Baca Juga :  Cara mudah Posting Artikel Di Wordpress

Selain itu ada juga Strategi demand : MTS/MTO/ATO/ETO

  • Make To Stock adalah pola produksi yang bertujuan untuk disimpan. Untuk mengantisipasi permintaan konsumen, perusahaan memproduksi produk dalam jumlah yang besar. Strategi yang dilakukan dalam lingkungan manufaktur ini adalah mengusahakan agar jumlah produk yang dihasilkan meningkat jumlahnya dengan cara melakukan peramalan terhadap permintaan periode kedepan yang digunakan sebagai perencanaan produksi.
  • Make To Order adalah pola produksi yang dilakukan berdasarkan jumlah pesanan konsumen dan berdasar waktu yang telah ditentukan. Strategi yang dilakukan lingkungan produksi ini adalah menepati waktu (due date) akan pesanan dari konsumen.
  • Assamble To Order adalah pola produksi yang juga berdasarkan pesanan konsumen yang mana aktivitas produksinya hanya merakit part-part yang menyusun sebuah produk. Hampir sama dengan MTO akan tetapi memiliki lead time (waktu tenggang) yang lebih pendek. Strategi yang dilakukan sama seperti MTO yaitu menepati due date.
  • Engineering To Order adalah pola produksi yang juga berdasarkan pesanan konsumen yang mana aktivitas produksinya dimulai dari merancang dan mendesain hingga produk tersebut dihasilkan. Sehingga mempunyai lead time yang lebih lama dari MTO.
Baca Juga :  HOSTERBYTE.COM SERVER BARU PAKET BARU

Dari beberapa informasi tersebut untuk menambah pengetahuan setelah mengetahui SIstem Produksi dalam Industri perlu adanya pengetahuan tentang Sistem Produksi  yang salah satu nama sistem tersebut adalah Toyota Poduction System. Untuk lebih jelas tentang sistem produksi Toyota Poduction System,  baca artikelnya di sini

Gravatar Image

http://bakhtiyar.bsierad.com/

Leave a Reply